“Takutlah bahwa bila kebaikan Allah selalu engkau peroleh pada saat engkau tetap berbuat maksiat kepada-Nya, itu lambat laun akan menghancurkanmu.”

kurniawangunadi:

“Kami nanti akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dengan cara yang tidak mereka ketahui” (QS 7:182)


ibn Athaillah - Al Hikam

(via kurniawangunadi)

Reblogged from kurniawangunadi
karenapuisiituindah:
“Aku bukan menuliskan ini untuk menghakimi, aku hanya sekedar mengingatkan; untuk setiap perbuatan jahat yang kau lakukan, sungguh Tuhan tidak pernah (pura-pura) diam.
- Tia Setiawati
#instaquote #tiasetiawati
” High-res

karenapuisiituindah:

Aku bukan menuliskan ini untuk menghakimi, aku hanya sekedar mengingatkan; untuk setiap perbuatan jahat yang kau lakukan, sungguh Tuhan tidak pernah (pura-pura) diam.

- Tia Setiawati 

#instaquote #tiasetiawati

Reblogged from karenapuisiituindah

Hujan Matahari, menurutku

Salam hujan-hujanan dari Malaysia,

Ya, mungkin ini kali pertama aku menulis ,lalu tanpa segan silu terus dihantar untuk dibaca pertama-tamanya oleh Masgun. Dan mungkin saja bahasa Indonesianya kurang baik dan jelas, harap Masgun bisa membacanya ya. Awalnya, aku tidak tahu perkataan apa yang harus ditulis tapi mana ada akhirnya juga tidak dimulai dulu, kan.

Tulisan Masgun yang pertama sekali aku temui adalah di akaun tumblrnya yang bertajuk, “Mencari Tahu”. Tulisan itu begitu menggetar kan jiwa tiap kali aku mengulanginya , lalu aku berfikir sendiri, “ Ya Tuhan, adakah aku seperti itu kepada-Mu?”. Karena manusia itu kadang-kadang tidak sadar perbuatannya sesama makluk apatah lagi kepada Tuhannya. Moga-moga Allah tetap menjaga kita semua walaupun seharian kita telah berdosa kepada-Nya tanpa kita sadari. Kerana Aku berpegang kepada Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Jika bukan kepada Dia, kepada siapa lagi?

Pada ketika Masgun mengumumkan tulisannya akan dibukukan, ku gunakan juga sampul yg tersedia duit raya hanya untuk membeli Hujan Matahari. Aku itu bukanlah orang yang suka membaca  apatah lagi untuk menulis. Tapi pabila manusia suka sekali pada satu perkara itu, yang mustahil juga boleh jadi bisa, kan. Melalui udara, akhirnya Hujan matahari sampai ke bumi Malaysia. Satu naskhah buku yang lama sekali  kutunggu-tunggu di muka pintu rumah.

Kulihat tulisan masgun itu menyentuh berbagai hal, misalnya soal Tuhan dan makhlukNya, soal ibu & bapak, soal pahala dan dosa, soal diri sendiri, soal syukur dan berbagai soal lagi. Mungkin kita sering terlepas pandang hal ini kerana sibuk mengejar yang tiada sehingga lupa apa yang telah ada. Itu namanya manusia, tidak ada yang sempurna. Termasuk soal jodoh dan pertemuan yang membuatkan aku senyum tersipu-sipu bagaikan orang gila yang kesepian. Masgun bisa bercerita segenap apa yang terlintas di kotak fikiran kita. Cuma yang beda nya, mungkin kebanyakan  kita sering tersekat di dalam kotak yang sama sahaja.

Tidak cukup dengan senaskah itu,setiap hari aku mendengar suaracerita sambil aku melukis. Heran kerna tidak bosan sekali mendengarnya meski berulang-ulang kali. Penangan Hujan  Matahari itu luar biasa sekali bagiku. Kukira hebat sekali pada orang-orang yang menulis yang bisa membuat orang lain bisa tertarik hanya melalui perkataan. Bila sedang asyik menulis, tidak tahu berhenti pula. Sekarang baru ku paham, dengan menulis, suara akan tetap dikatakan meski ianya tidak berbunyi. Mungkin sesetengah dari kita malu untuk mengatakan, tidak mahu dikenali banyak orang, dan lebih senang ketika menulis. Dan mungkin  itu yang kurasakan buat tulisan pertamaku ini. Dan aku percaya setiap apa yang kita lakukan akan berhasil lewat doa  dan harapan yang tidak putus-putus kepada-Nya .Aku, Bekas mahasiwi dari Malaysia yang masih  mempunyai impian lain dan juga hanya seorang sahabat yang bisa berhujanan bersama-sama denganmu.

‘Dari mata yang sering melihat, Dari bibir yang terus membaca, Terus jatuh turun ke hati ,persis seperti Hujan Matahari”

“Kau akan berhasil dalam setiap pelajaran, dan kau harus percaya akan berhasil, dan berhasillah kau; anggap semua pelajaran mudah, dan semua akan jadi mudah; jangan takut pada pelajaran apa pun, karena ketakutan itu sendiri kebodohan awal yang akan membodohkan semua”
Pramoedya Ananta Toer (via kurniawangunadi)

(Source: thenextliverpoolnumber9, via kurniawangunadi)

Reblogged from thenextliverpoolnumber9
“Islam itu sudah jelas mana yang lurus dari sesat.
Manusia itu saja yang kurang jelasnya”
“Setiap manusia punya waktunya yang sendiri, sekarang mungkin waktu dia,
nanti akan tiba juga waktu kita.
Jangan membandingi satu sama lain.
Allah tahu kapan waktunya.”
“Berhati-hatilah,
kerna HATI bisa berbolak-balik”

aku melihat langit lalu, merasakan aku dekat dengan-Nya

“Ya Allah, Maafkan kekhilafanku, yang meletakkan Engkau jauh dari segala-galanya…maafkan aku”
hamba-Mu
“Kerana dalam tindakmu Ya Rasulullah, Kelembutan mendahului Kemarahan”